Ulysses Jeffrey, Dari Waiter Hingga Executive Assistant Manager Novotel & Ibis Balikpapan

BALIKPAPAN – Ditengah ketatnya persaingan perhotelan di Balikpapan, Novotel Balikpapan terus  menunjukan konsitensinya sebagai hotel berbintang lima di Kota Balikpapan, yang mampu tumbuh dan berkembang.

Dibalik konsitensi dan berkembangnya Novotel Balikpapan, tidak lepas dari peranan penting seorang pemimpin yang mampu menjawab tantangan dan menjalankan strategic plan yang tepat terutama di tengah persaingan perhotelan dan lesunya perekonomian global. Ia adalah Ulysses Jeffrey (39), Executive Assistant Manager Novotel dan Ibis Balikpapan.

Ulysses Jeffrey, pria kelahiran Jakarta, 30 Agustus 1977, sejak awal memang memiliki ketertarikan di dunia perhotelan, Jeffrey sapaan akrabnya, merupakan alumni Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, Jakarta, Angkatan 95.  Sejak tahun pertama kuliah, Jeffrey bahkan memberanikan diri untuk magang di salah satu hotel di jakarta, menurutnya hal ini ia lakukan untuk menambah pengalaman.

” Waktu itu fokusnya bukan penghasilan karena umumnya kalo di jakarta itu suka ada acara wedding setiap akhir pekan, jadi terkadang saya isi waktu bantuin sebagai Waiter ( Pelayan) yang penting untuk nambah pengalaman,” tuturnya.

Setelah lulus kuliah, Jeffrey memutuskan untuk pindah ke Bali, gayung bersambut di tahun 1999,  ia mendapatkan perkerjaan di Perusahaan Kapal Pesiar tujuan Bali – Lombok selama 4 tahun. Ia memulai karir sebagai Staff Reservasi kemudian menjabat sebagai Front Office Supervisor dan terakhir diangkat sebagai Sales Executive di perusahaan tersebut.

Setelah bekerja di Perusahaan  Kapal Pesiar, di tahun 2005 ia kemudian merambah ke dunia perhotelan di Bali. Ia mulai berkerja diposisi yang sama sebagai Sales Executive di  Hotel All Seasons Legian Bali yang merupakan salah satu Group Accor Hotel, Selama 4 tahun.

Sebelum menjadi pimpinan  di Novotel Balikpapan, Jeffrey terlebih dahulu  bekerja di Novotel Lombok sebagai Head Of Departement Sales Division , selama 4 tahun.

” Dari Bali saya merantau ke Lombok, kebetulan ditempatkan di Novotel Lombok,  sekitar 4 tahun tapi posisi sudah jadi HOD ( Head Of Departement) untuk sales division, setelah dari lombok saya gabung dengan Novotel Balikpapan dan Ibis Balikpapan dengan posisi  Executive Assistant Manager itu di November 2016 kemarin,” jelasnya.

Menghadapi perekonomian yang sedang lesu yang berimbas pada bisnis Perhotelan , Jeffrey punya strategi agar Novotel Balikpapan bisa terus konsisten.

“Misi pertama waktu gabung di Novotel dan Ibis Balikpapan yang diberikan tanggung jawab sama owner, misi utamanya adalah  menaikkan tingkat penjualan,dari segi occupancy ( Hunian), function dan meeting room . Fokus utama saya adalah service ( Pelayanan) ke tamu, seperti apa yang bisa kita berikan ke tamu  kemudian juga  Improvement facility (peningkatkan fasilitas), ”  ungkapnya.

[slideshow_deploy id=’5821′]

” Jadi dengan menaikkan standar service kita ke tamu, improvisasi dari segi pelayanan dan memperhatikan tamu hotel dari sisi akomodasi dan kualitas makanan, saya percaya titik point ini akan memberikan impact (dampak) pada tingkat hunian,” tambahnya.

Novotel dan Ibis Balikpapan dibawah pimpinan, Executive Assistant Manager,  Ulysses Jeffrey mempunyai prisinsip kerja yang menarik yaitu ” WORK TOGETHER AS A TEAM” yang artinya bekerja sama sebagai sebuah tim.  Jeffrey juga memberikan sedikit tips bagi generasi muda yang ingin berkarir seperti dirinya.

”  Pekerjaan kalo kita lakukan dari hati, kita have a passion ( punya gairah) untuk berkerja sesuai dengan bidang yang kita punya, kita cintai pekerjaan kita,  itu semua naturally ( secara alami) akan berkembang dengan sendirinya, yang penting kita ada hati dan cinta dengan pekerjaan kita dan itu akan sangat mudah kita jalankan sehari-hari” ungkapnya.

( Tim)

 

Facebook Comments
  •  
  •  
  •  
  •